Sunday, December 4, 2011

Kampung Arab, Puncak

Akhir-akhir ini gue sering ke Puncak, Bogor buat refreshing, melarikan diri dari sumpek, padet sama panasnya ibukota Jakarta yang kite cintai. Buat lo yang belom pernah ke Puncak "Hellooooo.. kemana aja lo?"


Udaranya sejuk, eh dingin banget sih sebenernya apalagi Puncak Pass ke sono lagi. Ah dasar orang Jakarta yang gak pernah nemu udara dingin, sekalinya ketemu yang dingin-dingin langsung deh noraknya kambuh alias menggigil. Pemandangannya hijau semua dan asri, gak kaya di Jakarta yang semuanya gedung-gedung tinggi. Suasananya enak banget buat nyari inspirasi, tenang dan damai. Tapi sesuatu yang indah gak di dapat dengan gampang. Untuk mencapai Puncak lo harus rela bermacet-macet ria, apalagi hari Sabtu Minggu, karena jalurnya pake sistem buka-tutup.

Sabtu (29/01/2011)
Pukul 09:00 - 11.30 WIB
Semua kendaraan hanya satu jalur ke arah Puncak. Artinya lalulintas kendaraan dari arah Puncak menuju ke bawah yakni Jakarta dan Ciawi ditutup
Pukul 15.00 - 17.00 WIB
Semua kendaraan hanya satu jalur ke arah bawah atau arah Jakarta atau Ciawi. Artinya lalulintas semua kendaraan yang akan menuju Puncak ditutup
Minggu (30/01/2011)
Pukul 09.00 - 11.30 WIB
Semua kendaraan hanya satu jalur ke arah Puncak. Artinya lalulintas kendaraan dari arah Puncak menuju ke bawah yakni Jakarta dan Ciawi ditutup.
Pukul 15.00 - 18.00 WIB
Semua kendaraan satu jalur ke arah bawah atau arah Jakarta atau Ciawi. Artinya lalulintas kendaraan yang akan menuju Puncak ditutup.

Nah, jadi ceritanya begini, waktu gue dan keluarga lagi bermacet ria di daerah Cisarua deket Taman Safari, gue iseng liat-liat pemandangan di luar dan baru sadar kalo papan nama toko-toko di situ pada gak pake huruf latin, bukan bahasa Indonesia dan bukan bahasa Inggris, tapi pake huruf Arab! Bingunglah gue, ini di Puncak atau di Tanah Abang sih. Dengan penuh tanda tanya, terlontarlah kata-kata dari bibir gue, "Eh, kok, kok, kok, kenapa papannya huruf Arab semua sih?" Dengan entengnya bokap gue jawab "Iya, ini kan kampung Arab, banyak orang Arab yang kawin kontrak di sini. Coba aja liat, banyak orang Arab kan yang lewat, anak kecil di sini juga banyak yang cantik-cantik ganteng-ganteng keturunan Arab".


Jeng-jeng!! *sound efek sinetron* Kagetlah gue dengernya. Wah, gue kira kawin kontrak cuma ada di filem sinetron aja, taunya emang beneran ada di sini. Gue mikir "Oh God, teganya mereka ngelakuin kawin kontrak, kayaknya ngerendahin martabat wanita banget tuh turis-turis Arab". Ditengah lamunan gue, tiba-tiba ada arab lewat, jalan kaki, "Oh God, masih muda, ganteng banget lagi. Kalo sama yang kaya gitu sih gue juga mau hehehe" *jelalatan*. Tapi gak lama kemudian gue ngeliat dia naik ojek bertiga sama abang ojek dan cewek menor tampang lokal, rambut gonjreng pirang alay, pake hotpants sama tanktop pink ketat mampus. Gue mikir lagi "Oh God, kok si ganteng milih cewek yang kaya gitu sih". Buyarlah semua lamunan gue tentang cowok ganteng itu, mungkin dia juga pelaku kawin kontrak, who knows.


Dan setelah gue ngorek-ngorek info dari Om Google, i got some information. Kampung arab di Puncak letaknya di Kampung Sampay, Desa Tugu Selatan, satu kilometer di atas Taman Safari. Kampung ini biasa di sebut sebagai Warung Kaleng. Sebutan Warung Kaleng ternyata udah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dulu, katanya daerah itu hampir semua warung beratap seng atau kaleng. Jadilah daerah itu kemudian disebut Warung Kaleng. Awalnya yang tinggal di warung-warung itu hanya pedagang Tionghoa. Sampai sekarang, nama itu masih melekat walaupun suasananya sudah berganti jadi ke-Arab-Araban sehingga disebutlah kampung itu menjadi Kampung Arab.

Gak ada yang tahu pasti kenapa dan kapan Warung Kaleng bisa berganti menjadi Kampung Arab. Konon, turis-turis dari padang pasir itu merindukan suasana yang berbeda dengan negeri mereka yang panas dan berpantai. Mereka mengidamkan berlibur di sebuah wilayah yang digambarkan orang Arab seperti surga dunia atau biasa mereka sebut dengan Jabal Ahdor atau gunung hijau. Nah, di kampung Sampay itulah, mereka menemukan Jabal Ahdor itu. Sebuah kampung yang dianggap mendekati gambaran surga dalam pikiran mereka. Bunga, air mengalir, lingkungan hijau dan indah. Dan sekarang gambaran Jabal Ahdor yang mereka idamkan itu semakin ‘lengkap’ setelah di Jabal Ahdor itu ‘dilengkapi’ dengan banyak ‘bidadari’. Maka Jabal Ahdor itu sudah berubah menjadi Jabal Al Jannah atau gunung surga??? wtf -__-

2 comments: